-->

Swort Anthem Chapte 2: Penobatan

Update :
Posted by :

Kastil Wynesteel, Kerajaan Magistra.

"Wahai para kesatria yang terpilih, angkatlah kepala kalian."

Setelah pidatonya selesai, lelaki dengan mahkota itu berdiri dan langsung menyeru kepada delapan kesatria yang kini sedang dalam posisi duduk kesatria.

Mendengar seruan sang raja yang berwibawa itu, mereka semua mulai mengangkat wajahnya dengan penuh kekhidmatan.

"Lily, karena kau mengempaskan setiap musuhmu dengan kekuatan roh yang luar biasa kini kau adalah Sang Kesatria Roh"

"Sightmund, karena kau dapat bertahan dari berbagai serangan yang sangat kuat serta dapat mencari kesempatan dalam mengalahkan musuhmu kini kau adalah Sang Kesatria Penjaga"

"Hiro, karena kau ahli dalam memainkan mantramu dan juga kau dapat memprediksikan setiap gerakan musuhmu kini kau adalah Sang Kesatria Magistra"

"Shiren, karena kau dapat menghilangkan setiap luka yang ada di sekujur tubuhmu dengan cepat serta pandai memainkan alur pertandingan kini kau adalah Sang Kesatria Penyembuh"

"Mea, karena kau selalu dapat memancing musuhmu dalam jarak serangmu dan juga dapat bergerak bebas di udara kini kau adalah Sang Kesatria Angin"

"Reya, karena kau dapat menghempaskan setiap musuhmu dengan sekali serang serta kau tidak mengalami luka apapun kini kau adalah Sang Kesatria Paladin"

"Grey, karena kau dapat mengetahui titik lemah musuhmu tanpa diketahui kini dan dapat bergerak senyap tanpa suara kau adalah Sang Kesatria Pembunuh"

"Dan terakhir. Velia, permainan indahmu pada saat di arena sungguh luar biasa. Kau dapat membuat musuhmu menyerah dengan seketika dan kau tak gentar melihat musuh yang lebih kuat daripada dirimu sendiri. Dengan ini kunobatkan sebagai pemimpin dari Kesatria Legiun&"

"Kini kunobatkan kalian sebagai delapan Kesatria Legiun, aku berharap banyak kepada kalian."

Mereka semua pun bangkit dan melakukan penghormatan pada sang Raja dengan menyejajarkan lengan mereka dengan dada.

Setelah pidato serta pengumuman itu selesai, para kesatria yang telah dinobatkan  berdiri sambil membusungkan dadanya, tangannya mengepal memegang sebuah pedang.

Masing-masing kesatria menggunakan baju zirah yang berbeda bahkan ada yang sama sekali tidak menggunakannya. Kemudian mereka menurunkan pedangnya.
                            
"Hmm... sayang sekali pemuda itu menyerah setelah ia menang."

Raja yang saat itu sudah menyelesaikan pidatonya, mendesah kecewa.

"Hmm... yang mulia maaf jika saya lancang, apa yang Anda maksud adalah lelaki dengan rambut cokelat dan menggunakan jubah merah?"

Dengan rasa penasarannya Hiro mengajukan sedikit pertanyaan tentang lelaki yang di bicarakan oleh raja yang kini berada di depannya

"Betul sekali"

"Tetapi yang mulia bukankah orang itu yang dirumorkan sebagai Sang Kesatria Gagal?"

Kali ini adalah Reya yang bertanya, lelaki berambut kuning dan beranting itu merasa ragu atas perkataan raja.

"Benar, apakah ada masalah dengannya Sang Paladin, Reya?"

"Tidak ada yang mulia, maafkan atas kelancangan saya. Jika dia menang apakah dia akan dimasukkan ke dalam salah satu kesatria legiun?"

"Seperti yang kau bilang sendiri, benar sekali"

"Huhhh?!!"

Seluruh Kesatria Legiun tertegun mendengar perkataan sang raja.

Tiba-tiba saja seisi ruangan menjadi kebingungan . Mengapa lelaki yang telah menyerah itu akan dimasukkan ke dalam salah satu Kesatria Legiun?

"Maaf yang mulia, tetapi kenapa Anda akan memasukkannya? bukankah dia mempunyai reputasi yang buruk?"

Dan sekarang adalah sang pemimpinlah yang mengeluarkan sebuah pertanyaan dan diselipi oleh sedikit protes.

"Hahahaha...."

Namun, Sang Raja hanya tertawa ringan. Berkat itu semua Kesatria Legiun yang ada kebingungan.
                        
"Tenanglah Velia Sang Pemimpin."

Kini Sang Raja mulai menenangkan pimpinan kesatria terpilih. Setelah sang pemimpin kesatria terpilih itu tenang, Sang Raja melihat bagaimana dengan kondisi kesatria lainnya.

Apakah masih bingung dengan perkataannya ataukah sebaliknya. Setelah semuanya tenang Sang Raja pun mulai membuka mulutnya kembali.

"Hmm... dari mana kita memulainya? Sepertinya dari bagian pada saat dia menyerah."

                            
                        
Para Kesatria Legiun itu mulai memperhatikan Sang Raja yang akan menjelaskan tentang lelaki berambut cokelat itu. Mengapa jika ia menang ia akan di masukan ke dalam salah satu kesatria legiun, walau pun reputasinya buruk sekali.


0 Comments